Money

Komisi VI DPR Apresiasi Kinerja Menteri ESDM Terkait Ketahanan Energi

Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia terkait capaian Indonesia yang dinilai semakin tangguh menghadapi dinamika energi global.

Menurut Nurdin, capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan strategis pemerintah, khususnya di sektor energi di bawah kepemimpinan Bahlil, yang dinilai berhasil memperkuat fondasi kemandirian energi nasional.

"Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ada kerja sistematis dari hulu ke hilir yang dilakukan pemerintah. Saya melihat Menteri ESDM berhasil membaca situasi global dan menyiapkan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan," kata Nurdin di Jakarta, Kamis.

Dalam laporan terbaru JPMorgan Chase bertajuk "Pandora's Bog: The Global Energy Shock of 2026", Indonesia disebut menempati posisi kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap krisis energi, terutama di sektor minyak dan gas.

Nurdin menjelaskan pemerintah mendorong tiga strategi utama, yakni peningkatan produksi migas domestik, diversifikasi energi melalui program biodiesel, serta pengembangan bahan bakar alternatif seperti bioetanol.

Ia menilai kebijakan seperti B50 dan E20 menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan impor energi yang selama ini menjadi kelemahan banyak negara.

"Negara-negara maju justru terpukul karena terlalu bergantung pada impor. Indonesia sekarang menunjukkan arah berbeda, memanfaatkan sumber daya sendiri sebagai kekuatan utama," ujarnya.

Selain itu, pengembangan energi alternatif seperti dimethyl ether (DME) dan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG impor dinilai sebagai langkah strategis di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Dalam laporan tersebut, ketahanan energi Indonesia juga didukung oleh tingginya produksi batu bara domestik serta peran sebagai salah satu eksportir utama batu bara termal dunia, di samping statusnya sebagai produsen gas alam global.

Nurdin menegaskan capaian ini perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan agar ketahanan energi tidak hanya kuat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

"Ke depan, kita tidak boleh berhenti. Ketahanan energi harus dibarengi dengan transisi menuju energi bersih agar Indonesia tidak hanya tahan krisis, tetapi juga kompetitif di masa depan tuturnya.

Ia pun berharap sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat terus diperkuat guna menjaga momentum positif tersebut di tengah dinamika energi global yang semakin kompleks.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: